Penyakit Telat Panas Timnas Indonesia, PR Untuk Bima Sakti

Penyakit Telat Panas Timnas Indonesia, PR Untuk Bima Sakti
Penyakit Telat Panas Timnas Indonesia, PR Untuk Bima Sakti

Penyakit Telat Panas Timnas Indonesia, PR Untuk Bima Sakti

Hai-hai berjumpa kembali dengan admin football pada kesempatan ini admin akan membagikan artikel yang unik dan seru dengan judul Penyakit Telat Panas Timnas Indonesia, PR Untuk Bima Sakti

blogberita-bola.blogspot.com, JakartaTimnas Indonesia memang sukses mendapat kemenangan 3-1 saat menghadapi Timor Leste pada pertandingan kedua Piala AFF 2018 di Stadion Gelora Bung Karno, Selasa kemarin. Namun kemenangan tersebut kurang meyakinkan karena pada babak pertama Timnas Indonesia bermain buruk.

Pada 10 menit awal pertandingan, skuad asuhan Bima Sakti memang mendapatkan perlawanan yang cukup ketat dari Timor Leste. Tim tamu justru beberapa kali mendapatkan kesempatan emas karena koordinasi lini belakang Timnas Indonesia yang kurang apik. Beruntung bagi Timnas Indonesia, penyelesaian akhir para punggawa Timor Leste tak baik sehingga membuang kesempatan mereka secara percuma.

Setelah 10 menit, Timnas Indonesia mampu mengendalikan permainan. Dominasi penguasaan bola dilakukan Evan Dimas cs demi mengurung pertahanan lawan.

Namun, Timnas Indonesia tampak kesulitan mendobrak lini belakang lawan pada 45 menit awal pertandingan. Skor 0-0 menjadi penutup babak pertama.

Pada babak kedua, penyakit telat panas juga terjadi di tubuh Timnas Indonesia. Hal itu yang menyebabkan terciptanya gol Timor Leste yang diciptakan Rufino Walter Gama pada menit ke-48. Para pemain Timnas Indonesia terlihat terpaku ketika pemain bernomor punggung 7 tersebut melesakkan tembakan dari luar kotak penalti yang menembus gawang Andritani Ardhyaksa.

Baru setelah kebobolan, Timnas Indonesia tampak terlecut. Serangan demi serangan mereka lakukan hingga akhirnya tercipta gol balasan dari Alfath Fathier. Pemain pengganti Stefano Lillipaly membawa Timnas Indonesia unggul dan kemudian Alberto Goncalves menutup pertandingan dengan sundulannya.

Pada pertandingan menghadapi Singapura hal yang sama terjadi. Timnas Indonesia gagal mengembangkan permainan pada babak pertama bahkan kebobolan lewat gol Harris Harun pada babak pertama.

Namun, walaupunbermain lebih baik pada babak kedua, Timnas Indonesia tetap tak mampu menjebol gawang Singapura pada pertandingan itu.

Penyakit telat panas seperti ini memang menjadi masalah bagi Timnas Indonesia, setidaknya sejak skuad Garuda ditangani oleh Pelatih Luis Milla.

Lihat saja karier Timnas Indonesia di Asian Games lalu. Dari total 13 gol yang mereka ciptakan, hanya 2 diantaranya yang tercipta pada babak pertama. Pada pertandingan menghadapi Hong Kong dan Uni Emirat Arab, Timnas Indonesia bahkan sempat tertinggal terlebih dahulu.

Grogi karena tekanan, itu kata para pemain Timnas Indonesia soal buruknya kinerja mereka di babak pertama. Bek Alfath Fahtier dan Andik Vermansyah menyatakan bahwa mereka merasakan tekanan yang besar pada awal laga.

“Babak pertama saya merasa banyak tekanan. Namun, Alhamdulillah pada babak kedua kami dapat mengubah permainan dan tampil lebih lepas. Saya juga meraih saran dari coach Bima untuk lebih sering melakukan overlap,” kata Alfath Fathier.

Tekanan yang besar itu membuat konsentrasi dan koordinasi antar pemain menjadi buruk. Faktor mental ini tampaknya menjadi masalah yang tak pernah selesai di era Luis Milla dan menjadi pekerjaan rumah bagi Bima Sakti.

Pada pertandingan berikutnya Timnas Indonesia akan menghadapi juara bertahan sekaligus lawan terberat di ajang Piala AFF, Thailand. Apalagi pada pertandingan Sabtu mendatang itu Thailand akan bermain di kandang sendiri yang artinya suporter mereka akan memberikan tekanan lebih besar bagi para pemain Timnas Indonesia.

Thailand sendiri dikenal sebagai kesebelasan yang selalu tancap gas sejak menit awal. Pada pertandingan pertama Piala AFF 2018 menghadapi Timor Leste, skuad Negeri Gajah Putih bahkan telah unggul 4-0 pada babak pertama.

Dalam pertemuan terakhir di SEA Games 2017, Timnas Indonesia juga telah merasakan bagaimana tekanan di awal pertandingan yang dilakukan Thailand membuat lini belakang mereka kocar-kacir. Alhasil Chaiyawat Buran sukses membawa Thailand unggul pada menit ke-14. Beruntung saat itu Septian David Maulana sukses menyamakan kedudukan lewat tendangan penalti.

Demikian informasi yang dapat admin tulis yang berjudul Penyakit Telat Panas Timnas Indonesia, PR Untuk Bima Sakti . Semoga dapat bermanfaat dan jika ada kesematan lain admin akan bagikan berita yang lebih menarik. Sekian dan Terimakasih.

Keyword : liga lain, istilah lain liga, liga eropa lain, liga kata lain, nama lain liga spanyol, nama lain liga, nama lain liga inggris, nama lain liga italia, nama lain liga champion, nama lain liga basket

Seacrh Term:

  • Penyakit Telat Panas Timnas Indonesia, PR Untuk Bima Sakti - bola ...
  • Timnas Indonesia Telat Panas, Bima Sakti: Kita Terbebani - Bola ...
  • Bima Sakti: Telat Panas, Timnas Indonesia Bermain dengan ...
  • Jadwal Thailand Vs Indonesia: Ini PR Timnas Indonesia
  • Hadapi Thailand di Piala AFF, Ini PR Untuk Timnas Indonesia
  • Tak Ada Pemain Papua di Timnas, Ini Jawaban Bima Sakti - Bola
  • Evaluasi Operasi Zebra, Polisi-polisi di Surabaya Juga Dihukum ...
  • Mesin Yamaha Vixion Cepat Panas? Begini Cara Mengatasinya ...
  • Hadapi Thailand, Bima Sakti Andalkan Pemain Senior Timnas ...

Comments